Data di Luar negara kita
Ajaran reinkarnasi ini sangat menarik untuk dibahas. Mengapa? Sebab dari berbagai survei
yang ada di berbagai Negara maju, sudah semakin banyak orang dan juga umat Kristen yang
menerima ajaran kuno ini kendati para Rohaniawan mereka menolaknya. Sebagai contoh:
1/3 umat Kristen di Amerika ternyata meyakini reinkarnasi2. Ini tidak ada hubungannya
dengan gereja kami yang ada di sana sebab jumlah jemaatnya terbilang sedikit.
Di Inggris, 1/3 warga nya juga meyakini hal ini3.
Di Yunani, kendati mayoritas warga nya yaitu penganut ajaran Orthodoks Yunani
ternyata 1/3 warga nya meyakini reinkarnasi seperti yang diungkap oleh Kapa
Rescarch yang kemudian dipubikasikan di Greek Press (Tsiligiani, thn 2005, 36-43)4.
Di Italia yang mayoritas warga nya yaitu penganut Roma Katolik dan Kristen, 1/3
warga nya juga meyakininya5. warga Italia padahal hanya 1% penganut Hindu,
selebihnya yaitu Roma Katolik dan Kristen. Ini pasti bukan sebab penganut Hindu
yang 1% ini yang mempengaruhi selebihnya.
Di Rusia, angkanya lebih tinggi, yaitu sebesar ¼ warga nya meyakini transmigrasi
jiwa ini. Ini yaitu angka-angka yang cukup mengherankan. Namun inilah faktanya.
Sudah banyak umat Kristen yang menolak ajaran Neraka itu kekal. Tidak sedikit angka
Kristen yang meyakini bahwa hidup itu bisa berulang kali.
1/3 warga Swedia meyakini reinkarnasi, menurut survei Liselotte Frisk pada tahun
20086.
35 % Anak muda Roma Katolik di Australia meyakini reinkarnasi. Padahal ini data 10
tahun yang lalu (2007)7, bagaimana lagi dengan kondisi sekarang?
Mengapa angka penganut reinkarnasi ini cukup tinggi di luar negara kita ? Jawabnya yaitu
informasi sudah sangat mudah diakses bahkan dengan gratis. Termasuk informasi tentang
adanya banyak bukti sains, kesaksian di youtube, gerakan new age, bahkan beberapa forum8
tentang reinkarnasi juga banyak yang mengikuti. Belum lagi ditambah beberapa universitas
ketermuka mendalami riset Mereka antara lain: Prinston university, standfor universiry,
virginia university, University of Miamy, Universiry Nevada Las Vegas, dan University of
Toronto. Para pelaku riset ini juga lumayan banyak, salah satu yang memiliki nama yaitu Dr
Jim Tucker. Hal-hal inilah yang membuat mata orang terbuka dan banyak yang memilih diam-
diam meyakini reinkarnasi.
Data di negara kita
Lalu bagaimana dengan kondisi di dalam negara kita ? Yang saya ketahui, di negara kita ini hanya
ada 2 gereja yang mengajarkan reinkarnasi. Hanya 2? Ya demikianlah kenyataannya, GNI kami
dan LCC (Liberal Catholic Church). Dibanding dengan puluhan denom Kristen (mungkin
ratusan), hanya ada 2 saja yang meyakini. LCC pada tahun 2017 ini sudah berusia 100 tahun
melayani di negara kita , entah mengapa nama gereja ini tidak banyak yang ketahui. Bahkan
teman-teman dari Gereja Rasuliah lain juga baru tahu setelah saya beritahu. Sementara itu, GNI
kami tahun ini baru berulang tahun ke-4. Secara organisasi di Nusantara, memang kami masih
bayi. Untuk mengetahui latarbelakang pelayanan dan ajaran turun-temurun kami, silahkan
membaca informasi pada Lampiran 1. Selain hanya ada 2 komunitas yang mengajarkannya,
di negara kita tidak ada forum khusus yang membahas ini, tidak ada riset di kampus-kampus
ternama dan tentunya belum ada seorang doktorpun yang menulis hasil penelitiannya di bidang
ini. Dengan alasan itulah, memang wajar saja kalau ajaran reinkarnasi dalam kekristenan tidak
terdengar secara luas.
warga di negara kita yang percaya pada reinkarnasi ini sebenarnya cukup banyak kalau
melihat keluar Kristen, coba lihat saja kaum Yahudi, lalu umat Buddha, Hindu, Konghucu, dan
Sufi Islam bahkan Kejawen. Mungkin juga beberapa agama lokal lainnya yang turut
meyakininya. Paling tidak, cukup banyak sebenarnya mereka yang meyakini transmigrasi jiwa
ini. Saya sama sekali tidak ingin menggiring opini bahwa banyak itu benar, tidak. Saya hanya
ingin sedikit membuka wawasan bahwa di luar kekristenan, banyak yang mengakuinya.
Jadi, ada perbedaan antara umat Kristen di luar negeri dan di negara kita . Dan yang membuat
perbedaan itu besar yaitu adanya peran media. Medialah yang membuat mereka mudah
menerima informasi bahwa reinkarnasi sudah bukan fenomena lagi, melainkan fakta. Dari
7 Keuskupan Roma Katolik di Australia:
https://www.sydneycatholic.org/people/cardinal_george_pell/homilies/2007/20071111_413.shtml
8 http://reincarnationforum.com/ dan http://www.carolbowman.com/past-life-forum/
8
Media cetak berupa buku, ada juga informasi riset dari berbagai kampus, lalu kesaksian-
kesaksian reinkarnasi yang diunggah melalui youtube. Ada buku yang berasal dari internal
Kristen dan ada juga dari para Ilmuwan dan dari mereka yang mengalaminya sendiri. Mereka
menerima berbagai informasi itu dengan baik dan cepat. Reinkarnasi itu memang ada, mau
ditolak oleh gereja atau tidak, bukti-buktinya sudah banyak. Lewat peran medialah mata
mereka terbuka lebar dan daya nalarnya berperang sampai mengalahkan keegoan iman mereka.
Semoga kehadiran buku ini juga bisa membuka wawasan saudara-saudara di negara kita . Pesan
terakhir saya mengutip pesan Mar Paulus di 1 Tes 5:21:
“Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik”
Pesan itu sejalan dengan pendapat Socrates berikut:
“I cannot teach anybody anything. I can only make them think” (terjemahan: Saya tidak
mampu mengajar siapapun, apapun. Saya hanya bisa membuat orang berpikir).
Saudara dalam Mshikha (Mesias),
Rm Aldo Tulung Allo
Kepada seluruh saudara dan saudariku di negara kita .
Saya ingin memberikan komentar untuk buku anak saya terkasih Romo Aldo, dan berharap
semoga siapa saja yang membaca buku ini bisa mengerti ajaran Reinkanrasi yang merupakan
bagian dari ajaran para rasul dan Yeshua serta Jemaat Awal. Dari sisi sejarah yang masih lurus,
tidak diragukan lagi bahwa ajaran ini diajarkan di antara orang Yahudi di zaman Yeshua. Dia
juga tahu detail tentang ini seperti yang diungkapkan di beberapa ayat di dalam Injil. Yeshua
juga sempat mengoreksi pernyataan murid-murid-Nya saat mengekspresikan pandangan umum
Yahudi. Saya juga khusus menyoroti pertanyaan para murid tentang seorang yang LAHIR buta
di awal injil Yohanes pasal 9.
Di dalam buku ini Romo Aldo menyinggung banyak aspek dari dokterin Reinkarnasi dan
beberapa hal yang menjelaskan bahwa tidaklah mungkin roh manusia bisa mempelajari semua
pelajaran di alam bumi di dalam hanya satu kesempatn hidup. Justru Yeshua yang bisa
membuat perjalanan hidup ini menjadi berakhir.
10
Inilah alas an mengapa Yeshua datang ke Bumi untuk mati bagi semua manusia – untuk
memberikan kesempatan bagi pengikut-Nya pengampunan dosa-dosanya- sesuatu yang tidak
disediakan di dalam ajaran agama lainnnya. Kekristenan itu unik dalam hal ini, namun ini
tidaklah lengkap tanpa penjelasan reinkarnasi. Mereka yang masih berdosa memang akan
dihukum di neraka, namun penghukuman itu tidaklah kekal, sebab Tuhan mengasihi anak-
anak-Nya dan kita semua yaitu anak-anak Alaha. Keyakinan reinkarnasi mengajarkan kita
bahwa SEMUA pada akhirnya akan diselamatkan seperti yang tercatat di dalam Kitab Suci
yang menyatakan kehendak Tuhan berikut:
1 Tim 2:3-4 “Yang baik dan berkenan di mata Alaha penyelamat kita, yang
menginginkan semua diselematkan dan bisa mendapatkan pengetahuan tentang
kebenaran”.
Pada akhirnya kita semua akan naik ke Sorga dan mengakhiri perjalanan Reinkarnasi kita,
Buku ini menjelaskan BAGAIMANA Alaha merencanakannya untuk kita.
l
Ada banyak pihak yang menginginkan saya berdiskusi reinkarnasi hanya dengan memakai
landasan Alkitab9 saja, tidak dengan landasan lainnya. Saat saya tanya mengapa, mereka akan
jawab bahwa Alkitab yaitu satu-satunya pedoman dasar untuk menentukan kebenaran. Saya
tidak merasa aneh jika diundang diskusi dan muncul permintaan ini. Tentu saya jelaskan alasan
mengapa saya harus menolak pemikiran seperti ini terutama untuk menelaah topik reinkarnasi
jiwa. Bayangkan kalau 1 ayat saja bisa ditafirkan menjadi 10 arti, lalu digabungkan dengan
ayat lain yang juga memiliki 10 arti, dan semua orang merasa berhak untuk mengartikannya
sendiri-sendiri. Maka sudah pasti, sulit untuk mengambil kesimpulan, terlalu banyak arti dan
pengajaran.
Belum lagi kalau saya tanya, mengapa harus memakai Alkitab 66 kanon saja (Kejadian sampai
Wahyu)? Bukankah ada kitab-kitab lain di abad awal yang dijadikan bahan pengajaran kendati
tidak dikanon banyak gereja? Misalnya Kitab Limudah, Kitab Injil Protevangelion, Surat
Uskup10 Clementinus kepada Uskup Yakobus, Kitab Gembala Hermes, dan lain-lain. Lalu
bukankah gereja-gereja lain juga menuliskan kitab-kitab mereka sendiri? Kemudian yang tidak
kalah penting yaitu mengapa harus berpatokan pada Kitab PB Yunani pyaitu ada kitab
Aramaik Peshitta? Lalu mengapa harus percaya kitab PL dari Masoretik yang ditulis oleh kaum
Yahudi Farisi, bagaimana dengan PL dari Peshitta Aramaik? Apakah itu sudah pasti salah
semua? Kalau jawabannya yaitu kita harus percaya Alkitab yang banyak beredar saat ini
sebagai satu-satunya landasan iman hanya sebab mayoritas Kristen meyakininya, lalu
mengapa harus percaya pada suara mayoritas Kristen di negara kita ? Bukankah Gereja Rasuliah
9 Alkitab atau Kitab Suci yaitu kumpulan kitab yang dipakai dalam pengajaran dan dikategorikan sebagai kanon
oleh para Uskup. Alkitab bukanlah Firman Tuhan sebab Firman Tuhan (Aram: Miltha d’Alaha) itu datang ke
Bumi menjadi manusia, bukan menjadi tumpukan kitab. Jumlah kanon Alkitab itu berbeda-beda sesuai
kebijaksanaan dari masing-masing Uskup.
10 Kata ‘Uskup’ (Mebaqqer/Penilik/Gembala/Imam Besar) terdapat di dalam beberapa ayat kitab PB spt Ef4:11.
Uskup yaitu jenjang keimamatan PB yang paling tinggi. Frasa ‘Uskup Agung’ (Srt Clement untuk Uskup Yakobus
1:1) artinya yaitu yang dituakan di antara para Uskup. Ini artinya ‘Uskup Agung’ itu tetap setara dengan Uskup
lainnya namun dianggap yang paling dihormati saja seperti Uskup Agung Yakobus paling dihormati di antara
para rasul dan uskup di abad 1 sebab beliaulah kepala Soko Guru (Gal2:9) dan Pemimpin Jemaat Pusat di
Yerusalem yag ditunjuk oleh Yeshua. Semua Uskup akan bertanggung jawab pada Sang Imam Besar Agung yaitu
Yeshua (Ibr 4:14). Pelayanan para Imam Besar dibantu oleh Imam/penatua (Kis 11:30), kemudian di bawahnya
lagi ada Diakon (Fil1:1). Saat jemaat bertambah banyak maka ada jenjang keimamatan minor di bawahnya lagi.
Para Uskup di semua Gereja Rasuliah berbeda dengan Gembala di gereja-gereja Protestan serta pecahannya.
Bedanya yaitu di dalam ajaran awal, jemaat bukanlah Imamat, sementara Protestan dan pecahannya
mengajarkan jemaat yaitu imamat dengan menafsirkan ayat 1 Pet 2:9.
yang menuliskan kitab-kitab itu sekarang ini tidak hanya bersandar pada Alkitab 66 saja?
Mereka juga punya Tradisi yang dipegang. Kalau saya ajukan pertanyaan-pertanyaan ini saja,
mungkin tidak habis waktu seminggu untuk membahasnya. Dead lock.
Ajaran yang mengatakan Alkitab sebagai satu-satunya pedoman pengajaran itu bukanlah
ajaran awal Kekristenan. Itu yaitu ajaran abad 16. Ajaran ini populer dengan nama Sola
Scriptura yang dicetuskan oleh ex Imam Gereja Roma Katolik, Martin Luther. Protestan dan
semua aliran pecahannya meyakini ajaran ini. Jadi untuk melengkapi Alkitab, masing-masing
aliran akan membuat suatu Tradisi Baru. Apa contohnya? Masing-masing membuat liturgi
peribadatan baru, masing-masing membuat ritual baptisan baru, membuat ritual pentahbisan
baru, tradisi pemuridan baru, dan lain-lain. Itu semua yaitu ajaran modern. Dan buku ini tidak
membahas ajaran tersbut, tidak. Buku ini mengupas ajaran kuno Judaism yang terus diajarkan
para rabbinya, termasuk Yeshua Mshikha, Rabbi Nasrani.
Oleh sebab itu, landasan yang saya pakai dalam mencermati ajaran reinkarnasi tentu balik ke
ajaran awal, yaitu dengan memakai 3 Pilar Iman. Ketiga pilar iman itu yaitu Kitab Suci,
Tradisi Suci, dan Pewahyuan Suci. Ketiganya saling terkait dan sejajar. Tentu ada baiknya
memahami landasan ini sebelum mencoba mengerti kelanjutan buku ini. Jadi bagi saudara yang
berpikir bahwa buku ini hanya berisi ayat-ayat Alkitab dan penafsirannya, sepertinya saudara
harus gigit jari saat ini.
Untuk mudah mencerna apa itu 3 pilar Iman jemaat awal, saya akan coba jelaskan secara
berurutan. Alaha11 yaitu sumber pewahyuan, sumber pengetahuan, sumber semua rahasia
alam-alam semesta. Saat Dia menyampaikan pesan-pesan-Nya kepada manusia maka Dia
membutuhkan juru bicara. Juru bicara-Nya ini kemudian biasa disebut dengan nama Nabi. Jadi
saat Alaha menyampaikan pewahyuan, itulah Pilar Iman I, Pewahyuan Suci. Alaha berbicara,
Nabi mendengar. Di dalam Perjanjian Sinai, ada Nabi Musa dan lainnya. Di dalam PB, Nabi
ini yaitu Sang Putra Alaha sendiri, Yeshua. Setelah si Nabi mencerna dengan baik apa yang
dia terima lalu dia sampaikan secara lisan kepada manusia. Penyampaian dalam pengajaran
lisan ini kemudian disebut sebagai Tradisi Suci, inilah Pilar Iman II. Yeshua mengajar,
menyampaikan tradisi ini kepada murid-murid-Nya selama 3,5 th. Semua pengajaran PB ada
dalam bentuk Tradisi dahulu. Tidak semuanya berupa lisan saja, ada yang kemudian dibakukan
ke dalam berbagai ritual. Ritual-ritual penting ini dikelompokkan dan ada 7 ritual penting yang
disepakati jemaat awal dengan nama Qadishotim (Sakramen).
Yeshua mengajar sejak sekitar tahun 26 M sampai 30 M. Selama itu belum ada kitab-kitab PB
di tangan para murid. Dari banyaknya pengajaran lisan di dalam kepala para rasul, kemudian
sedikit demi sedikit dituliskan. Mulai Injil Markus dan Matius yang mulai beredar ada tahun
45 M, lalu Injil Protevangelion di tahun 60 M, lalu surat-surat penggembalaan Mar Paulus
ditulis seiring dengan kitab Didakhe yang berisi banyak pengajaran moralitas muncul sekitar
th 80 M, kemudian Kitab Wahyu oleh Yohanes pada 92 M dan seterusnya. Apa yang ditulis
dari yang lisan atau langsung dari Alaha seperti yang didapatkan oleh Rasul Yohanes kemudian
di Kanon oleh para Uskup. Hasil kanon itulah yang kemudian disebut sebagai Kitab Suci. Tidak
ada keseragaman di antara Gereja-gereja Rasuliah dalam menentukan jumlah kitab kanon
mereka. Namun mayoritas mengakui Alkitab 66 Kejadian sampai Wahyu masuk ke dalam
Kitab Sucinya. Kitab-kitab suci ini yaitu Pilar Iman III.
11 Alaha yaitu kata dalam bahasa Aramaik untuk ‘Tuhan’ (God, Inggris)
Di atas yaitu gambaran tentang urut-urutan 3 Pilar Iman tersebut. Seorang Nabi bisa saja
langsung menulis kitab seperti yang dilakukan oleh Yohanes. Pewahyuan, tradisi, dan
Alkitab yaitu satu paket pengajaran yang utuh. Alkitab tidak akan ada tanpa ada tradisi,
tradisi tidak akan ada tanpa ada pewahyuan yang diterima Nabi. Semua saling terkait.
Jadi, pengajaran tentang reinkarnasi tidak bisa lepas dari peran kenabian yg menerima
pewahyuan, tidak bisa lepas dari peran Bapa-bapa gereja yang terus menyampaikan pengajaran
secara lisan, dan juga tidak bisa lepas dari kitab yang jumlahnya sangat banyak itu. Reinkarnasi
ada di dalam Tanakh (kitab-kitab PL) secara tersurat dan tersirat (Pilar Kitab), ada di dalam
Injil dan surat pengambalaan (Pilar Kitab) ada di dalam pengajaran Father12 Origenes dari
Alexandria (Pilar Tradisi), dan ada juga dari pewahyuan yang diterima oleh Nabi-nabi kami di
zaman modern (Pilar Pewahyuan). Semua saling melengkapi, tidak bertabrakan, menjadikan
pengajaran ini menjadi lebih mudah dipahami. Untuk memahami 3 Pilar Iman Nasrani lebih
jauh LAGI, silahkan pelajari Lampiran 2.
Dengan adanya dukungan penuh dari 3 Pilar Iman sebenarnya itu sudah cukup buat kami untuk
meyakini kebenaran ajaran ini, namun ternyata Tuhan ingin bertindak lebih dari apa yang kami
bayangkan. Dia yaitu Tuhan yang terus berkarya, Tuhan yang terus menyingkapkan rahasia-
rahasia-Nya kepada siapapun yang memburu kebenaran-Nya. Sejak sebelum turun-Nya Sang
Putra Yeshua ke Bumi. Dia singkapkan pengetahuan ini kepada para Filsuf Yunani seperti
Socrates, Plato, dan Aristoteles. Mereka yaitu peletak dasar sains modern. Dari karya-karya
mereka, kemudian muncullah ilmuwan lainnya di abad 20 sampai 21 ini yang melakukan
12 Father yaitu sebutan bagi para Imam dan Uskup di dalam Gereja Rasuliah. Kata ‘Father’ sering disingkat
dengan ‘Fr’ atau di dalam bahasa negara kita Rm (Romo). Sejak abad 1, tradisi penyebutan ini berlaku, terutama
bagi jemaat yang dibaptis oleh seorang Imam, maka jemaat itu akan selalu memanggil si Imam dengan sebutan
Abuna (Aramaik) atau Father (Inggris). Di dalam 1 Kor 4:15 Paulus menyarankan jemaat memanggilnya dengan
sebutan ‘Abuna’: “Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Mshikha, kamu tidak
mempunyai banyak Abuna. sebab akulah yang di dalam Mshikha Yeshua telah menjadi Abuna-mu oleh injil
yang kuberitakan.
berbagai riset sehingga bukti-bukti ilmiah reinkarnasi itu menjadi sangat banyak dan tidak bisa
dielakkan. Saya juga akan membahas reinkarnasi dari sisi sains, ini sangat menarik. Saya justru
berterima kasih kepada mereka yang skeptik, sebab dari pendapat-pendapat merekalah saya
mengetahui lebih banyak tentang bagaimana di luar sana banyak sekali umat Kristen yang
meyakini hal ini secara diam-diam.
Jadi apakah ajaran reinkarnasi ini cukup bisa dipahami dengan hanya melihat Alkitab?
Jawabnya tidak. Ayat-ayat di dalam Alkitab bisa ditafsirkan sana-sini sehingga diskusi bisa
berujung pada perdebatan yang tidak akan habisnya. Alkitab hanya sebagai salah 1 pilar saja,
kita butuh pilar lain dan alat lain seperti sains untuk memahami ajaran ini dengan sangat baik.
Kematian yang Tragis dalam Alkitab
Untuk memahami betapa pentingnya ajaran reinkarnasi, saya ajak untuk membaca beberapa
ayat di dalam Alkitab (Pilar Kitab Suci) kita. Kita semua tahu bahwa Alaha itu yaitu pengasih
dan juga adil. Mari kita pahami lebih jauh sisi keadilan in. Perhatikanlah beberapa ayat berikut
ini:
YHWH13 membunuh anak-anak sulung yang tidak bersalah.
Kel 12:12 “Sebab malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung
dari manusia sampai binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua Ilah di Mesir
akan Kujatuhkan hukuman, Akulah YHWH.
Pertanyaannya:
Mengapa hanya untuk mendemonstrasikan kuasa-Nya yang besar, YHWH harus dengan tega
membunuh anak-anak sulung Mesir? Bukankah mereka hanya mengikuti agama orang tua
mereka saja? Mengapa YHWH tidak membunuh si Firaunnya saja? Mengapa harus melibatkan
jiwa anak-anak? Adilkah Tuhan Israel ini?
YHWH membunuh tentara Mesir.
Kel 14:28 Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari
seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut, seorangpun
tidak ada yang tertinggal.
Pertanyaannya:
Suatu kerajaan adidaya saat itu, menjadi seorang tentara bukanlah hal yang mudah. Mereka
harus membuktikan diri lebih terampil dalam membela diri dan bangsanya dari orang para
umumnya. Mereka juga bekerja atas dasar perintah atasan, lalu mengapa mereka harus mati
dengan cara ditenggelamkan di air laut seperti ini? Mengapa Tuhan tidak menghentikan kereta
kuda mereka saja dan membiarkan mereka hidup? Apakah sebab mereka bukan bangsa Israel
oleh sebab itu mereka dibunuh? Apa sebenarnya salah mereka? Adilkah Tuhan Israel ini?
13 YHWH atau YHVH yaitu nama kudus Tuhan Israel. Ini yaitu satu dari sekian banyak nama Tuhan dalam
ajaran Judaism. Nama YHWH disalin menjadi MRYH di dalam Peshitta Aramaik. Jadi YHWH dibaca oleh pengikut
Yeshua di daerah Mesopotamia di abad 1 menjadi ‘Maryah’ atau ‘Marya’.
YHWH membunuh anak-anak Korah.
Bil 16:31-32 Baru saja dia selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah
tanah di bawah mereka, dan Bumi membuka mulutnya lalu menelan mereka dengan
seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan segala harta milik
mereka.
Pertanyaannya:
Frasa ‘seisi rumahnya’ bisa diartikan termasuk anak-anak dan isteri. Kitab Yahudi biasanya
menyingkat seperti ini. Dalam kasus Korah ini, mengapa YHWH harus membunuh seisi rumah
Korah? Bukankah mereka tidak bersalah? Bukankah arti frasa ‘seisi rumahnya’ ini juga
termasuk anak-anak? Mengapa YHWH harus membunuh anak-anak juga? Apa salah mereka?
Layakkah anak-anak ini dibunuh juga? Kalau mereka tidak bersalah, apakah mereka layak juga
masuk langsung ke Sorga?
YHWH membunuh umat Israel yang bersungut-sungut.
Bil 16:41-48 …bersungut-sungutlah segenap umat Israel kepada Musa dan Harun, kata
mereka “Kamu telah membunuh umat YHWH”. …berfirmanlah YHWH kepada Musa:
“Pergilah dari tengah-tengah umat ini, supaya Kuhancurkan mereka dalam sekejab
mata…ketika ia berdiri di antara orang-orang mati dan yang hidup, berhentilah
tulah itu.
Pertanyaannya:
Bangsa Israel tidak pernah berjalan-jalan jauh ke padang gurun, mereka yaitu orang
perkotaan. Saat itu kota yang mereka tinggali sebanding dengan kota Metropolitan sekarang
ini. Lalu kalau mereka bersungut-sungut, mengapa YHWH harus membunuh mereka?
Bukankah Tuhan ingin mengajar mereka dengan Torah-Nya? Bukankah wajar mereka
bersungut-sungut? Mengapa mereka tidak diberi kesempatan lagi? Adilkah Tuhan membunuh
mereka? Apakah adil jika mereka semua harus masuk ke neraka selama-lamanya?
YHWH membunuh Uza yang berniat membantu
Samuel 6:6-7 Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza
mengulurkan tangannya kepada tabut Alaha itu, lalu memegangnya, sebab lembu-
lembu itu tergelincir. Maka bangkitlah murka YHWH terhadap Uza, lalu Alaha
membunuh dia di sana sebab keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Alaha
itu.
Pertanyaannya:
Ini cerita yang banyak membuat orang berpikir panjang, mengapa Tuhan tega melakukanya?
Apa yang dilakukan Uza yaitu hanya semata-mata ingin menolong supaya Tabut Alaha yang
sangat disakralkan oleh Bani Israel itu tidak jatuh ke tanah. Dia tidak punya maksud jahat
apapun. Memang dia bukanlah keturunan Kehat atau Lewi yang berhak untuk menyentuh
Tabut tersebut sesuai perintah YHWH sendiri di Bil 4:15, namun dia hanya berusaha
menolong. Mengapa demi menjaga perintah-Nya, YHWH dengan tega membunuh orang yang
melakukan tindakan baik. Jadi, apakah Uza ini pantas dibakar selama-lamanya di Neraka hanya
sebab kesalahan ini? Begitu besarkah kesalahannya sehingga dia harus mendekam di dalam
Neraka tanpa ada peringatan terlebih dahulu? Mengapa dia harus dibunuh langsung sementara
banyak umat Kristen saat ini yang juga melanggar perintah Tuhan berulang-ulang tapi tetap
Tuhan biarkan hidup? Adilkan Tuhan?
YHWH membunuh bayi hasil hubungan gelap antara David dan Batsyeba.
2 Samuel 12:18a Pada hari ke-7 matilah anak itu. Dan pegawai-pegawai David takut
memberitahukan kepadanya.
Pertanyaannya:
Mengapa bayi ini harus mati? Apa salahnya? Bukankah yang harus mati sebab berzinah itu
seharusnya Raja David sendiri? Bukankah dalam Hukum Torah itu David yang harusnya
dirajam? Mengapa David itu lalu si anak haram ini yang harus mati? Apakah jiwanya langsung
ke Sorga tanpa melalui pengujian, dia itu taat atau tidak pada perintah YHWH? Adilkah Tuhan
dengan membunuhnya lalu langsung membawanya ke Sorga?
Sepintas kita lihat, YHWH itu yaitu Tuhan yang ‘haus darah’. Oleh sebab itu tidak heran
kalau ada orang yang berpikir bahwa Tuhan di kitab PL dan kitab PB itu berbeda. Di PL, Tuhan
itu seperti sosok yang tidak sabaran, main hukum sembarangan, sementara di dalam PB
sebaliknya, Tuhan itu panjang sabar dan penuh kasih sayang. Apakah benar bahwa Tuhannya
berbeda? Di manakah keadilan Tuhan itu? Jawabannya untuk ke-6 kasus di atas yaitu
reinkarnasi. Semua jiwa yang YHWH bunuh itu bereinkarnasi. Mereka telah hidup dan belajar
dari kehidupan yang dijalani itu, setelahnya mereka akan hidup di masa yang baru dengan
pengalaman yang baru. Semua pengalaman hidup seseorang akan terakumulasi dan dimiliki
saat dia berhak masuk ke Alam Sorgawi.
Herem
Kata ‘Herem’ dalam ajaran Judaism artinya yaitu dianggap sebagai sesuatu yang dikhususkan
untuk Tuhan. Hal yang di-herem-kan ini tidak bisa dimiliki oleh manusia. Apa contohnya?
1. Seisi Kota Yeriko kecuali keluarga Rahab, bacalah Yos 6:17.
Dan kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi YHWH untuk dimusnahkan,
hanya Rahab, perempuan sundal itu, akan tetap hidup, ia dan semua orang yang
bersama dengannya di dalam rumah itu. sebab ia telah menyembunyikan orang
suruhan yang kita suruh.
2. Raja Ahab membiarkan lolos orang yang dikhususkan bagi Tuhan, baca 1 Raj 20: 42.
Kata nabi itu padanya: “Beginilah Sabda YHWH: Oleh sebab engkau telah
membiarkan lolos orang yang dikhususkan bagi-Ku untuk ditumpas, maka
nyawamu yaitu ganti nyawanya dan rakyatmu ganti rakyatnya.”
3. Bangsa-bangsa yang dikhususkan bagi Tuhan, bacalah Yes 34:5.
Sebab pedang-Ku yang di langit sudah mengamuk, lihat, ia turun menghakimi Edom,
bangsa yang dikhususkan untuk ditumpas.
Perhatikan apa yang dimaksudkan dengan ‘dikhususkan bagi Tuhan’? Apa yang
dimaksudkan dengan ‘herem’ ini? Maksudnya yaitu orang-orang yang ditetapkan untuk
dibunuh! Itu semua dikhususkan bagi Tuhan. Mereka tidak boleh dijadikan budak, tidak boleh
dijadikan istri bagi Jemaah Israel. Wouw…kalau saja orang tidak paham apa itu reinkarnasi,
maka ayat-ayat di atas bisa diartikan Tuhan Israel yaitu sosok yang sangat haus darah, tidak
punya belas kasihan dan bertentangan dengan sosok Tuhan yang diperkenalkan di era PB,
Tuhan itu kasih (1 Yoh 4:8) seperti kaum Marsionisme yang sempat muncul di abad 2 M.
Lalu mengapa harus ada yang dijadikan ‘herem’ bagi Tuhan? Itulah rencana Tuhan yang
terbaik yang harus terjadi. Contohnya, di Yos 6:17. Jiwa semua orang yang dikhususkan itu
pastilah tidak akan dipenjara selamanya di dalam neraka. Melainkan Tuhan punya rencana bagi
setiap pribadi itu. Masing-masing akan kembali lagi untuk menjalani petualangannya di Alam
Bumi. Itulah yang terbaik bagi mereka yang ditumpas. Kalau tidak, maka mereka akan
bertambah-tambah dosanya, akan beranak-pinak dan menghasilkan keturunan yang dosanya
bisa jauh lebih besar lagi. Perhatikan konteks waktu dan tempat saat itu. Mereka yang ada di
Kanaan termasuk di Yeriko itu telah sangat berdosa di hadapan Tuhan.
Ul 9:5 Bukan sebab jasa-jasamu atau sebab kebenaran hatimu engkau masuk
menduduki negeri mereka, tetapi sebab kefasikan bangsa-bangsa itulah, YHWH,
Alaha-mu, menghalau mereka dari hadapanmu, dan supaya YHWH menepati janji yang
diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan
Yakub.
Bacalah lebih jauh tentang penyimpangan seksual yang mereka jalankan di Imamat 20: 1-23.
Andai saja Tuhan membiarkan mereka semua hidup maka Bumi ini akan dipenuhi oleh
manusia-manusia hasil keturunan idiot sebab mereka suka bersetubuh dengan sesama, dengan
saudara sedarah, bahkan dengan binatang. Ini sudah merupakan rencana terbaik jika mereka
dikhususkan bagi Tuhan.
Bom bunuh diri
Ini kejadian pada 9 Juli 2017 yang lalu, seorang ibu ditenggarai bagian dari ISIS meledakkan
diri dengan bom bunuh diri yang menewaskan dirinya, 2 tentara Irak dan juga bayi yang
digendongnya. Kita tahu bahwa tindakan si ibunya ini termasuk ke dalam kejahatan dan
layaklah untuk menempuh perjalanan ke alam neraka, namun bagaimana dengan jiwa si bayi?
Apakah jiwa si bayi itu juga harus mengikuti jiwa si ibunya ke naraka hanya sebab dilahirkan
dari rahimnya? Apakah Tuhan setega itu? Alam pikiran kita tentu menolak hal ini, namun jika
si bayi harus masuk langsung ke dalam sorga, sebab tidak berbuat dosa, apakah ini adil? Jiwa
si bayi bisa masuk Sorga tanpa ada ujian, sementara manusia lainnya bergumumul bertahun-
tahun di Bumi dalam ujian dan membuatnya jatuh bangun dalam dosa. Banyak manusia yang
sebenarnya baik, namun gagal dalam melakukan berbagai kebaikan sehingga saat ditimbang,
maka dosanya lebih banyak dari pahala yang dihasilkan. Ada banyak umat Kristen yang murtad
sebab jabatan atau menikah dengan pasangan dari penganut agama lain. Tentunya, tidak
semua apa yang mereka lakukan itu yaitu kejahatan, namun tetap saja saat ada ujian iman,
mereka jatuh dan gagal.
Mengapa si bayi yang meledak sebab bom itu harus masuk Sorga tanpa mengalami ujian,
sementara banyak manusia sebab mengalami kegagalan dalam ujian itu malah masuk ke
Neraka? Bukankah ini bentuk ketidakadilan? Bukankah seharusnya semua manusia itu diuji
dan hasilnya dilihat apakah mereka itu berlaku baik atau jahat sesuai dengan kehendak
bebasnya?
Banser NU
Kita harus mengacungi jempol atas keberanian dan ketulusan saudara Riyanto yang telah
menyelamatkan banyak jiwa umat Kristen dengan membawa bom aktif ke luar gereja dan
akhirnya wafat saat bom tersebut meledak. Riyanto yaitu salah satu anggota Banser NU.
Banser atau Badan serba guna ini berdiri mandiri di bawah naungan NU, kelompok Islam
terbesar di negara kita yang berkomitmen menjaga keberagaman dan Pancasila sebagai sendi-
sendi dasar Negara. Mereka bahu-membahu dengan Polisi menjaga keamanan gereja dari
kelompok Islam Radikal yang mempromosikan agama lewat kekerasan. Pada malam Natal
2015, kejadian yang memprihatinkan ini terjadi.
Gb. P2 Makam sdr Riyanto, sumber: medianegara kita .com
Baik, coba analisa kemana jiwa saudara yang baik hati ini setelah wafatnya. Bagi banyak aliran
kekristenan yang mengajarkan Yesus yaitu satu-satunya jalan ke Sorga, maka tentu saja jiwa
Riyanto yang beragama Islam ini tidak akan masuk Sorga. Jangankan di luar Kristen, ada juga
ajaran Kristen yang meyakini kaum Heretik kendati sesama Kristen juga tidak akan
diselamatkan. Jadi, kendati seorang Muslim yang taat beragama dan berkorban raga demi
keselamatan umat Kristen, tetap saja masuk neraka. Hidup hanya sekali, jika di dunia dia
menolak Yesus sebagai Tuhan maka saat wafat, dia akan masuk neraka.
Tuhan macam apakah yang mengajarkan hal di atas? Kemana rasa iba kita setelah membaca
artikel berita tersebut? Apakah memang Tuhan itu tega dengan saklak menyatakan setelah
kematian, tidak ada kesempatan lagi? Siapa yang tega mengatakan bahwa orang baik yang rela
mati ini masuk neraka? Jawabnya yaitu bapa-bapa gereja yang mengatakan: “Heretik tidak
akan selamat”. Bagi mereka anak muda ini tidak akan selamat. Begitu juga bagi Kristen
Modern yang berpegang pada penafsiran “Yesus yaitu satu-satunya jalan” artinya jika belum
dibaptis menjadi Kristen, begitu mati maka akan ada di neraka selama-lamanya.
Masa Inkuisisi Gereja
Masa inkuisisi berlangsung sejak abad 13 sampai pertengahan abad 18. Inkuisisi yang
diperkenalkan oleh Paus Gregorius IX pada tahun 1231 telah didesign untuk memerangi
(benar-benar memerangi dalam arti kata harafiah) semua penganut ajaran yg berbeda dengan
Roma Katolik, khususnya kaum Kataris14. Kelompok Dominikan merupakan bagian dari Ordo
Pengkotbah berperan dalam misi Inkuisisi ini. Mereka dikirim ke Perancis dan tempat-tempat
lain di Eropa untuk berperang atas nama Tuhan. Mereka yang ditangkap akan disiksa sampai
mati. Coba bayangkan kalau orang tua kita yang disiksa. Apakah kita akan menjadi pengikut
Yeshua dengan melihat penyiksaan bar-bar kaum Imam ini? Kaum Kataris yang wafat dengan
sebelumnya banyak menolong orang, apakah memang wajar kalau jiwanya digoreng-goreng
selamanya di dalam neraka? Apakah mereka yang sudah beriman Kristen lalu menyiksa
sedemikian parah itu layak masuk ke Sorga? Saya bukanlah orang gila yang berani mengatakan
para penyiksa itu langsung masuk Sorga.
BAB 1 KEMIRIPAN REINKARNASI DALAM JUDAISM & NASRANI
1300 SM
Abad 1 M
Farisi Nasrani
553 M
2017
Pengajaran
reinkarnasi sempat
terputus
Pengajaran
reinkarnasi terus
ada
Konsili Konstantinopel II
Yahudi Ortodoks,
Reform, Rekonstruksi,
Konservatif, dll
Gereja-gereja Rasuliah
dan Non Rasuliah
(Protestan berserta
pecahannya)
Terbentuknya
Agama Judaism
saat Nabi Musa
mengeluarkan
Bangsa Israel dari
Mesir.
Jalur Ajaran
Pengajaran Reinkarnasi
Gb 1.1 Mengalirnya ajaran reinkarnasi dalam Judaism ke Farisi dan Nasrani
Perhatikanlah gambar di atas. Saat agama Judaism ini berdiri, ajaran reinkarnasi sudah ada di
zaman itu, sekitar 1300 SM. Ajaran ini tersurat dan tersirat di dalam Kitab-kitab Tanakh.
Tentunya sebelum kitab-kitab itu dituliskan sudah diajarkan dahulu dalam bentuk
tradisi/pengajaran lisan. Di abad 1, mulailah terjadi perpecahan antara kaum Perushim (Farisi)
dengan komunitas bentukan Rabbi Yeshua yang disebut sebagai kaum Nasrani, Kis 24:5.
Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini yaitu penyakit sampar, seorang yang
menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab,
dan bahwa dia yaitu seorang tokoh cabang kaum Nasrani.
Kata ‘dia’ yang dimaksudkan pada ayat di atas yaitu Mar Paulus. Dia diketahui oleh orang
pada zamannya yaitu salah satu tokoh sekte atau cabang Yahudi baru bernama Nasrani. Jadi
Nasrani di abad 1 itu sejajar dengan Farisi dan sekte lainnya. Nasrani dan Farisi yaitu dua
sekte yang dipimpin oleh rabbi (Guru Torah). sebab Nasrani dan Farisi sama-sama sekte
Judaism, maka ajaran reinkarnasi juga mengalir di keduanya.
Kami meyakini penyingkapan yang Tuhan berikan melalui Tanakh saat dituliskan pertama kali
sangatlah minim dibandingkan saat sekarang. Ini artinya Dia menyingkapkannya dengan lebih
dalam kepada para Nabi di dalam gereja-Nya. Dan untuk Jemaah Yahudi Farisi, Dia
menyingkapkannya lebih detail melalui kaum Kabbalah. Oleh sebab itu, tidak mengherankan
jika pada kedua agama ini memiliki kemiripan ajaran dalam reinkarnasi ini kendati keduanya
terpisah sejak abad 1 Masehi.
Ayat-ayat pada Tanakh
Di sini kita akan belajar Pilar Iman Kitab Suci. Ada banyak orang yang sudah membaca Alkitab
beberapa kali dari Kejadian sampai Maleaki bahkan sampai wahyu namun mereka tidak pernah
meyangka bahwa sebenarnya ada ajaran reinkarnasi ini. Itu memang tidak terungkap jelas. Apa
yang tercatat atau tersurat sendiri tidak terlalu jelas. Namun demikian, sebagai salah satu
pedoman pengajaran agama Judaism dan Nasrani, ada baiknya kita memperhatikan setiap ayat
di Tanakh yang mengandung Torah15 Reinkarnasi ini.
Reinkarnasi dalam Judaism disebut dengan istilah gilgul hanashamot. Gigul (bentuk
jamaknya: gilgulim) artinya roda atau perputaran, sementara hanashamot artinya yaitu jiwa-
jiwa. Jadi dalam ajaran ini, manusia diyakini bisa berulang-ulang mengalami perputaran,
keluar-masuk alam Bumi dengan memakai raga yang berbeda sebagai cangkang jiwanya.
Rabbi Laurence menyatakan dalam video pengajarannya bahwa kita yaitu jiwa-jiwa, saat kita
masuk ke dalam Bumi ini, jiwa kita membutuhkan ‘jubah’. Jadi, saat jiwa kita berulang kali
keluar-masuk Bumi, jiwa kita berulang-kali memakai tubuh jasmani yang berbeda.
Gb 1.2 Foto Rabbi Lawrence Hajioff, sumber: Youtube
Sekarang mari kita perhatikan beberap ayat di dalam Tanakh yang menyampaikan pesan-pesan
gilgul ini:
1. Ayub 1:21
Katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga
aku AKAN KEMBALI KE DALAMNYA…..
15 Torah artinya yaitu pengajaran, banyak disalahpahami dengan mengartikannya ‘Hukum Taurat’.
Artinya: di sini cukup jelas bahwa ada suatu siklus, jiwa itu kembali ke dalam rahim
wanita lagi di kehidupannya yang berikutnya. Biasanya memang akan kembali ke rahim
wanita lainnya.
2. Ayub 33: 29-30
Seungguhnya, semuanya ini dilakukan Elohim16 dua, tiga kali terhadap manusia;
mengembalikan nyawanya dari liang kubur sehingga ia diterangi oleh cahaya hidup.
Artinya: ini menjelaskan bahwa kehidupan manusia bisa berkali-kali.
3. Kejadian 25: 23
Sabda YHWH kepadanya: “Dua bangsa ada di dalam kandunganmu, dan dua suku
bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari
yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.”
Penjelasannya: mengapa sejak di dalam kandungan Tuhan sudah menentukan masa
depan kehidupan manusia? Bukankah itu tidak adil? Tuhan itu adil, ini bisa terjadi
hanya sebab masa depan Yakub dan Esau ditentukan oleh kehidupan mereka sendiri.
Kehidupan sekarang ditentukan kehidupan masa lalu, dan kehidupan masa depan
yaitu hasil dari perbuatan manusia di masa sekarang. Jadi mengapa Yakub yang
menjadi pemimpin kaum Esau? Itu sebab upah yang diterimanya dari perbuatan masa
lalunya.
4. Maz 51:3
Aku sadari pelanggaranku dan dosaku sebelum kehidupan ini.
Di dalam terjemahan LAI tidak akan sejelas ini. Para pembaca ada baiknya membaca
terjemahan KJV untuk hasil yang lebih baik. Para penerjemah LAI memang bukan
penganut reinkarnasi makanya mereka memilih kata-kata yang malah mengaburkan
ajaran reinkarnasi dari ayat ini.
5. Kej 38: 8
Yehuda berkata kepada Onan: “hampirilah isteri kakakmu, kawinilah dia sebagai ganti
kakakmu dan bangkitkanlah keturunan baginya.
Artinya: Rabbi yahudi meyakini bahwa jiwa si kakak bisa masuk lagi ke dalam Rahim
isteri yang ditinggalkannya. Inilah mengapa pernikahan ipar ini penting di dalam
budaya Judaism.
6. Ul 25:5-10
Apabila orang-orang bersaudara tinggal bersama dan seorang dari mereka mati dengan
tidak meninggalkan anak laki-laki, maka janganlah isteri yang mati itu kawin dengan
16 Elohim yaitu kata Ibrani yang artinya yaitu Tuhan. Namun dalam ajaran Judaism kata ini merupakan salah
satu nama Tuhan. Mereka mengenal sampai 72 nama bagi sosok sesembahan mereka.
orang di luar lingkungan keluarganya, saudara suaminyalah yang harus menghapiri dia
untuk dijadikan isteri dengan melakukan perkawinan ipar (Yibum). Maka anak sulung
yang akan dilahirkan perempuan itu haruslah dianggap sebagai anak saudara yang
sudah mati itu. Dan di antara orang Israel namanya haruslah disebut: Kamus yang
kasutnya ditanggalkan orang.
Artinya: Ini menjelaskan ayat sebelumnya, yaitu tentang Pernikahan Yibum, atau ipar
ini telah menjadi tradisi sebelum adanya Perjanjian Sinai. Di masa Yehuda (Kej 38:8),
hal ini sudah dilakukan kemudian diteruskan ke masa Musa setelah keluar dari Mesir.
Anak hasil pernikahan Yibum diyakini sebagai reinkarnasi dari suami yang telah wafat
itu.
7. Mal 4:5-6
Sesungguhnya, Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya
Hari YHWH yang besar dan dasyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik
kepada anak-anaknya….
Artinya: Ini yaitu nubuatan bahwa YHWH mengutus kembali roh Elia untuk ber-
reinkarnasi kembali ke Bumi. Inilah mengapa semua Yahudi menanti-nantikan
reinkarnasi Elia. Kedatangan Elia ini yaitu tanda kehadiran Sang Mshikha.
8. Yes 40:3
Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk YHWH, luruskanlah di padang belantara
jalan raya bagi Alaha kita.
Artinya: Ini yaitu nubuatan dari Nabi Yesaya yang dipertegas oleh Nabi Maleaki
tentang kedatangan seseorang yang mendahului kedatangan YHWH. Nubuatan ini
digenapi dengan kehadiran Yohanes Pembaptis, baca Mat 3:3. Namun tentunya masih
banyak umat Yahudi yang menolak penggenapan ini dan masih menunggu
pengenapannya sekarang.
9. Peng 1:9
Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah diperbuat akan dibuat lagi,
tidak ada sesuatu yang baru di bawah Matahari.
Artinya: Ada pengulangan kehidupan manusia. Manusia akan melakukan hal yang
sama seperti yang pernah dilakukan di kehidupan lalunya, melakukan kesalahan dan
melakukan kebaikan.
Kaballah
Saya tidak bilang bahwa semua ajaran Kaballah itu saya ketahui. Dan saya juga tidak berani
klaim bahwa semua ajaran Kaballah itu sama dengan ajaran kami. Perlu dipahami bahwa
mereka yang belajar Kaballah secara serius dari seorang rabbi haruslah memenuhi 3 kriteria,
yaitu dia harus seorang Yahudi, berusia minimal 40 tahun, dan sudah menikah. Jadi, saya
bukanlah murid Kaballah, saya hanya belajar sedikit Kaballah dari beberapa buku dan media
online saja seperti Youtube dan website. Hal ini menyebabkan saya tidak akan menulis bagian
ini terlalu mendalam, saya hanya menekankan persamaannya saja. Ajaran Kaballah diturunkan
dari generasi ke generasi secara rahasia di kalangan Yahudi, dan mereka hanya mempelajarinya
di dalam suatu kemunitas khusus17.
Pilar Iman Judaism Nasrani
Kitab (Written Torah) Tanakh (Kejadian-Maleaki) Tanakh dan kitab-kitab PB
Tradisi (Oral Torah) Talmud (Yurusalem dan
Babilonia)
Tradisi Rasuliah atau Tradisi
Suci.
Pewahyuan Kitab Zohar (Kaballah) Kitab-kitab dari Nabi kami di
abad modern.
Tabel 1.1 Pilar Iman Judaism dan Nasrani
Banyak umat Kristen yang tidak paham pedoman pengajaran Yahudi itu apa saja. Sebenarnya
mirip dengan 3 Pilar Iman Nasrani awal. Umat Yahudi berpegang pada 3 hal ini dalam
pengajaran mereka: Tanakh (Kitab Kejadian sampai Maleaki), Talmud (semua ajaran Lisan
yang mulai dibukukan sejak abad 1 sampai beberapa abad berikutnya), kemudian yang terakhir
yaitu Kitab Zohar. Kitab Zohar ditulis dalam bahasa Aramaik di abad 2 oleh Rabbi Shimon
bar Yochai. Menurut tradisi Yahudi, Rabbi Shimon dalam masa penganiayaan Romawi
bersembunyi di gua selama 13 tahun. Dia mempelajari Kitab HaTorah (5 Kitab Musa) dan
mendapatkan penjelasan dari Nabi Eliyahu sehingga bisa menuliskan kitab ini. Kitab tidak
langsung dipublikasikan, baru muncul kemudian di abad 13 di Spanyol, dipublikasikan oleh
penulis berdarah Yahudi, Moses de Leon.
Isi dari kitab ini yaitu penjelasan-penjelasan tersirat dari 5 Kitab Musa. Kitab ini menjelaskan
sosok keilahian, struktur alam semesta, menjelaskan dengan rinci apa itu jiwa, penebusan, dan
lainnya. Yang membedakan antara Tanakh-Talmud dengan Zohar yaitu Zohar menjelaskan
hal-hal misteri, sementara Tanakh dan Talmud menjelaskan hal-hal lahiriah. Nah, kaum yang
mempelajari Zohar ini dengan baik lalu mengajarkannya disebut sebagai kaum Kaballah. Tidak
semua rabbi Yahudi belajar Kaballah, namun saat mereka tidak tahu arti suatu ayat atau perlu
suatu penjelasan yang dianggap misterius, maka para Rabbi Kaballah inilah yang akan
membantu mereka.
Di dalam pengajaran 3 Pilar Iman Nasrani, Tanakh itu setara dengan Kitab Suci, Talmud itu
setara dengan Tradisi Rasuliah, dan Zohar ini setara dengan Pewahyuan Suci yang diterima
oleh para Nabi kami di zaman modern. Nabi kami menuliskan kitab-kitab atau buku-buku baru
hasil penyingkapan yang Tuhan berikan kepadanya. Sama seperti yang terjadi pada Rabbi
Shimon bar Yochai, hanya saja, bagi kaum Yahudi jawatan Nabi itu tidak diberikan kepada
Rav Shimon, jawatan kenabian berhenti sampai di masa Nabi Maleaki saja bagi mereka. Kalau
menjadi murid Kaballah yang belajar Kitab Zohar dikhususkan bagi umat Yahudi dengan
kriteria tertentu saja, maka kitab-kitab dari Nabi kami sebenarnya juga demikian, khusus untuk
internal. Hal ini dimaksudkan supaya ajarannya terjada murni, bebas dari mereka yang suka
manafsir dengan pikiran-pikirannya sendiri yang terbatas, apalagi yang menolak masih adanya
peran Nabi. Seiring waktu berjalan, Kitab Zohar ini sudah bisa kita dapatkan secara bebas dan
gratis via internet. Isinya penuh misteri dan tanpa bimbingan Rabbi Kaballah mustahil
mengetahui isinya dengan detail, paling-paling hanya kulitnya seperti saya.
Selama seseorang tidak berhasil dalam mencapai tujuan hidupnya, Yang Maha Kudus,
terpujilah Dia, akan mencabutnya dan menanamnya berulang-ulang kali18.
Semua jiwa mengikuti alur transmigrasi jiwa (reinkarnasi); Dan manusia tidak
mengetahui rancangan Yang Mahatinggi berkenaan dengan mereka; Mereka tidak tahu
bagaimana mereka dihakimi, baik sebelum masuk ke dunia ini dan saat mereka
meninggalkannya. Mereka tidak tahu berapa banyak reinkarnasi dan penghakiman
misteri yang harus mereka jalani19.
Di dalam Kitab Zohar inilah tercatat jelas, jauh lebih jelas dari apa yang tercatat di Tanakh
tentang reinkarnasi ini. Di balik banyak kalimat dalam Tanakh, tersirat pengajaran transmigrasi
jiwa ini. Mengamini Tanakh sebagai bagian dari Kitab Suci namun membuang ajaran ini,
sebenarnya sama saja dengan meyakini Injil Kanonik namun membuang ajaran Yeshua itu
Sang Mshikha (Mesias), dengan kata lain, ganjil.
Purgatori (api penyucian)
Banyak orang berpikir bahwa ajaran Purgatori yaitu ajaran yang dibuat oleh Gereja Roma
Katolik. Padahal bukan. Purgatori memang tidak dicatat di dalam Alkitab, namun ada di dalam
Tradisi, baik itu di dalam Tradisi Judaism dan juga Kristen awal. Sekali lagi, sumber kedua
ajaran baik Farisi dan Nasrani itu sama, yaitu sama-sama merupakan cabang dari Agama
Yahudi. Jadi kemiripan ini juga lumrah adanya.
Purgatori di dalam Judaism yaitu penyempurnaan yang indentik dengan keberadaan neraka
atau Gehenna. Jadi menurut pendangan mereka, neraka itu seperti mesin cuci. Semua jiwa yang
masuk ke dalamnya yaitu jiwa-jiwa jahat, dan semua dicuci atau direstorasi supaya kembali
menjadi bersih. Setelah bersih maka mereka akan kembali mengalami reinkanrasi ke Alam
Bumi atau masuk ke Olam Haba. Pandangan tentang api penyucian lebih jelas diungkapkan
dalam pengajaran Rabbi-rabbi Shammai20:
Pada penghakiman terakhir akan ada tiga kelas jiwa: orang benar akan segera dituliskan
untuk kehidupan yang kekal; Orang jahat, untuk Gehenna; Tetapi orang-orang yang
kebajikan dan dosanya berimbang satu sama lain akan pergi ke Gehenna dan
mengambang naik turun sampai mereka bangkit dimurnikan; sebab dari mereka
dikatakan: Aku akan membawa yang ketiga ke dalam api dan menyempurnakannya
seperti perak disempurnakan, dan cobalah mereka seperti emas dicoba; Juga, 'Dia
membawa turun ke dunia orang mati dan bangkit kembali dalam I Sam 2: 6.
Berapa lama mereka dimurnikan di Gehenna? Ternyata jawabnya selama 12 bulan21.
Pandangan mereka tersebut didapatkan dari penafsiran ayat Tanakh yang diambil dari ayat Yes
66:23-24. Ini berbeda dari apa yang didapatkan dari Pewahyuan Suci kami, namun tetap
memiliki persamaan bahwa ada masa-masa suatu jiwa mengalami pemurnian dan pemurnian
itujuga terjadi di alam Neraka. Jadi sebenarnya Judaism tidak pernah mengajarkan Neraka itu
kekal.
Saat jiwa-jiwa di murnikan di Gehenna, keluarga yang ditinggalkan akan menaikan doa-doa
bagi mereka yang sedang dimurnikan tersebut selama 11 bulan. Dalam Judaism doa bagi orang
mati ini disebut sebagai Mourner’s Kaddish.
2 Mekabbe XII 44-45 "If he [Judas] had not hoped that they that were slain should have
risen again it had been superfluous and vain to pray for the dead. . . . Whereupon he
made an atonement that they might be delivered from sin";
Terjemahan: Jikalau dia (Yehuda) tidak berharap bahwa mereka yang telah dibunuh
akan dibangkitkan kembali maka sia-sialah semua doa yang dinaikan untuk orang
mati…Kemudian dia membuat suatu penebusan sehingga mereka bisa dibebaskan dari
dosa.
Perlu diperhatikan kendati banyak gereja yang menolak Kitab Makabbe ke dalam kanon
Alkitabnya, namun catatan di dalam kitab ini menunjukkan bahwa Judaism memang
mengajarkan doa-doa seperti ini. Tentu saja di dalam Nasrani atau Gereja-gereja Rasuliah yang
mulai berdiri di abad 1 doa-doa seperti ini juga dinaikan. Doa ini bukan supaya mereka
diselamatkan dan masuk Sorga, namun diyakini bisa didengar mereka yang didoakan sehingga
mereka menyerahkan kehendak bebasnya untuk tunduk pada pemurnian tersebut. Setelah
Protestan lahir dari Rahim Gereja Roma Katolik, jemaatnya memutuskan untuk menolak
Tradisi-tradisi Rasuliah. Sehingga doa-doa seperti ini banyak yang menganggap sebagai sesat.
MUTIARA-MUTIARA
KEBENARAN JUGA ADA DI
DALAM AGAMA LAIN.
MAR NICHOLAS
LUMBANTORUAN, 2013
“
Gb 1.3 Kutipan Pernyataan Mar Nicholas Lumbantoruan, Uskup I GNI
Sebelum wafat pada tanggal 25 Desember 2014 yang lalu, Mar Nicholas berpesan bahwa
kebenaran itu sangatlah luas. Jangan sampai kita berpikir bahwa Tuhan hanya
21 Tosef., Sanh. xiii. 4-5; R. H. 16b
menyampaikannya hanya kepada umat Kristen saja. Tuhan mengasihi semua manusia, semua
ras, bahasa, dan budaya. Dia sudah membagikan banyak rahasia-Nya kepada bangsa-bangsa
kendati itu tidak selalu tercatat di dalam Tanakh dan kitab-kitab PB.
RABBI YESHUA MENGAJARKAN REINKARNASI
Yohanes Pembaptis yaitu reinkarnasi dari Elia
Di sini kita akan kembali belajar Pilar Iman Kitab Suci, kali ini dari kitab Injil kanonik sebagai
ayat yg menjelaskan pengenapan ayat di Tanakh. Tidak banyak yang mengetahui bahwa
reinkarnasi Nabi Elia (Eliyahu) itu yaitu tanda dari kedatangan Mesias. Semua umat Yahudi
menantikan Mesias sejak sebelum kelahiran Yeshua. Dan sebagai tandanya yaitu turunnya
Elia. Perhatikan nubuatannya berikut ini:
Yes 40:3 Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan bagi
YHWH, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Alaha kita!”
Mal 4:5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang hari
YHWH yang besar dan dasyat itu.
Banyak rohaniawan Kristen modern yang memberikan pendapat pada saya bahwa kedua ayat
di atas itu bukanlah tentang reinkarnasi Elia, itu hanya nubuatan bahwa Tuhan akan mengutus
seseorang dengan kuasa seperti Elia. Itu ajaran yang bias. Reinkarnasi Elia ini ditunggu-tunggu
sebelum kedatangan Yeshua. Semua orang Yahudi menantikan reinkarnasinya. Bahkan sampai
sekarangpun, Yahudi yang mewarisi ajaran Farisi terus menantikannya. Tanpa ada
reinkarnasi dari Elia, maka tidak akan ada Mesias.
Lalu siapa reinkarnasi Elia di Perjanjian Baru ini? Menurut apa yang dikatakan oleh Maran22
Yeshua sendiri yaitu Yohanes Pembaptis. Perhatikan beberapa pernyataan-Nya yang tersurat
(bukan tersirat) di bawah ini:
Mat 11:12-14 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga
diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. Sebab semua nabi
dan kitab Torah bernubuat hingga tampilnya Yohanes. Dan –jika kamu mau
menerimanya-ialah Elia yang akan datang itu.
Mat 17: 11-13 Jawab Yeshua: “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala
sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, namun orang tidak
mengenalnya, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak
Manusia akan menderita oleh mereka. Pada waktu itu mengertilah para murid Yeshua
bahwa Dia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.
22 Maran yaitu kata Aramaik untuk ‘Adonai’ dalam Ibrani atau ‘Tuan’ dalam bahasa negara kita . Kata ini bisa
ditujukan kepada manusia, biasanya para Uskup juga disebut Maran (disingkat: Mar). Jika ditujukan kepada
Yeshua, makna kata ini bisa berarti ‘Tuhan’ juga.
Luk 7:27 sebab tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku memerintahkan utusan-Ku
mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.
Gb 2.1 Reinkarnasi Nabi Elia
Penulis 4 Injil, Mar Markus, Mar Mattai, Mar Luqas, dan Mar Yukhnan dengan kompak
menyatakan bahwa memang nubuatan Yes 40:3 itu tergenapi dalam diri Yohanes Pembaptis.
Mereka mencatatnya di Mat 3:3, Mar 1:3, Luk 3:4, dan Yoh 1:23. Keempat penulis sampai
menceritakan ini artinya bahwa pesan reinkarnasi Elia ini sangat penting di mata Yahudi. Jadi
apakah Yeshua itu salah menujukkan orang? Apakah Yeshua salah berkata-kata bahwa
Yohanes yaitu Elia? Tentu saja tidak. Dia tidak salah. Sama seperti Rabbi Yahudi lainnya,
Maran juga mengajarkan bahwa gilgulim itu ada. Jadi, tanpa reinkarnasi Elia tidak akan ada
kedatangan Mesias. Tanpa reinkarnasi Elia maka tidak aka nada karya salib, tidak akan ada
kematian serta kebangkitan Sang Mesias. Di sinilah kita semua memahami bahwa ajaran
reinkarnasi ini sangat penting.
Perlu dipahami juga bahwa warga Yahudi saat itu memang meyakini reinkarnasi, coba
perhatikan perkataan para murid saat Yeshua bertanya siapakah Diri-Nya itu. Mari cek ayatnya
berikut ini.
Mat 16:13 Setelah Yeshua tiba di daerah Kaisarea Filipi, Dia bertanya kepada para
murid: “Kata orang siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang
mengatakan Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan Eliyahu, dan ada
pula yang mengatakan Yeremiyah atau salah seorang dari para Nabi.”
Nah sekarang perhatikan nama-nama yang disebut oleh para murid, Elia, Yeremia, dan para
Nabi. Mereka semua itu sudah tidak ada, Elia sudah naik ke langit dan lainnya sudah mati. Ini
artinya yaitu mereka meyakini bahwa ada jiwa yang hidup di masa Perjanjian Lama lalu
kembali lagi di masa PB ini. Kendati jawaban mereka itu salah, namun itu menandakan bahwa
ajaran reinkarnasi sudah diterima secara umum.
Neraka itu tidak kekal
Banyak yang menyangka bahwa Tanakh megajarkan bahwa Neraka yaitu tempat penyiksaan
kekal. Bahkan Maran Yeshua juga tidak pernah mengajarkannya demikian. Tidak ada
seorangpun Rabbi Yahudi yang meyakini hal ini, demikian juga Rabbi Yeshua. Perhatikan
kutipan perkataan Yeshua berikut ini:
Mat 18:8 (Terjemahan LAI) Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau,
penggallah dan buanglah itu, sebab lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan
tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu
dicampakkan ke dalam api kekal.
Mat 18:8 (Peshitta Syriac) - ܢ
ܶ
ܝܢ ܐ
ܶ ݂ ܕ ܟ
݂ܳ
ܝܕ
ܺ
ܘ ܐ
ܰ
݂ ܐ ܟ
݂ܳ
ܠ ܓ
ܶ
݂ ܪ
݂ܳ
ܫܠ ݂ ܰܡܟ ܟ
݂ܳ
ܽܣܘܶܩܝܗ ܠ ܝܗ ܦ
ܺ
ܫܕ
ܰ
݂ ܘ ܟ
݂ܳ
݂ ܶܡܢ ܒ
݂ܳ
ܘ ܛ ݂ ܗ ܽ ܟ
݂ܳ
ܠ
ܽܥܘܠ
ܶ
ܬ
ܕ݂ ܠܰܚܶܝܐ ܕ
ܰ ܝܣ ܟ ܺ ݂ ܚܓ ܢ ܬ
ܰ
ܘ ܐ
ܰ
ܕ݂ ܐ
ܰ ݂ ܟ ܺܫܝܓ ݂ ܦ
݂ܳ
ܕ݂ ܘܠ
ܰ ݂ ܟ ܝܬ
ܺ
݂ ܐ ܟ
݂ܳ
ܝܢ ܠ
ܶ ܪܬ
ܰ ܝܢ ܬ
ܺ
ܝܕ
ܺ
ܘ ܐ
ܰ
ܝܢ ܐ
ܶ ܪܬ
ܰ ܝܢ ܬ
ܺ
ܠ ܓ
ܶ
ܠ ܪ
ܶ ܦ
ܶ ܐ ܬ
݂ܳ
ܘܪ
ܽ
ܢ ܡ ܒ
ܰ
ܠ ܠܥ݂ܳ
ܰ .ܕ
Mat 18:8 (Nestle GNT 1904) Εἰ δὲ ἡ χείρ σου ἢ ὁ πούς σου σκανδαλίζει σε, ἔκκοψον
αὐτὸν καὶ βάλε ἀπὸ σοῦ· καλόν σοί ἐστιν εἰσελθεῖν εἰς τὴν ζωὴν κυλλὸν ἢ χωλόν, ἢ
δύο χεῖρας ἢ δύο πόδας ἔχοντα βληθῆναι εἰς τὸ πῦρ τὸ αἰώνιον.
Tidak mungkin meyakini reinkarnasi dan juga neraka itu kekal dalam ``waktu
bersamaan. Mari kita selidiki kata ‘kekal’ dalam naskah aslinya. Kata Yunani αἰώνιος
(baca: Aionos) dan kata Syriac ܕܠܥܠܡ (baca: dal’eelam)݂yang diterjemahkan ke dalam
bahasa negara kita dengan kata ‘Kekal’ memiliki 3 arti, yaitu kekal, lama, dan dunia.
Perkataan Yeshua yang dituliskan ke dalam Yunani dan Aramaik Syriac ini tidak
seharusnya disalin dengan ‘Kekal’, namun yang paling pas yaitu ‘lama’ (Inggris:
lasting).
Lalu mengapa Yeshua memilih memakai kata ‘api’ untuk menggambarkan Neraka itu?
Jawabnya sebab Neraka itu tidak ada di Bumi, ada di alam lain dan tidak ada yang bisa
menggambarkannya kecuali Dia yang tahu seluk-beluk alam lain. Dia memilih kata ‘Api’
sebab manusia pasti takut pada nyala api, manusia takut terbakar. Yeshua tidak menginginkan
pengikut-Nya ada di dalamnya. Selain itu, kata ‘Neraka’ dalam Aramaik yaitu ‘Gehanna’, ini
diketahui secara umum oleh para pendengar-Nya sebagai lembah Anak Hinnom (Ibrani: Gei
ben hinnom), ini yaitu lembah tempat para penyembah berhala mengorbankan anak kepada
sesembahan mereka di zaman Raja Yehuda, baca Yer 7:31 dan 19:2-6. Jadi, kata Gehenna dan
api memang identik satu sama lain. Suatu tempat yang memang menyeramkan dan harus
dihindari.
Sementara kata ‘Api’ itu sendiri tidak pernah diartikan seperti api yang sering kita lihat di dapur
untuk memasak. Kata ‘Api’ yaitu metafora atau kiasan saja. Yeshua banyak mengajar melalui
perumpamaan atau kiasan. Jadi, frasa ‘api kekal’ untuk menggambarkan Neraka sehingga
banyak umat Kristen sekarang itu yaitu tempat penyiksaan selama-lamanya yaitu keliru.
Tidak ada satupun rabbi Yahudi yang mengajarkan Neraka itu tempat penyiksaan yang kekal.
Tidak ada api dan juga tidak kekal. Neraka yaitu tempat penyempurnaan atau bisa juga
disebut dengan purgatory. Jiwa-jiwa yang masuk ke dalamnya suatu saat akan kembali ke alam
Bumi atau bereinkarnasi. Hal ini akan saya jelaskan lebih detail dalam bab berikutnya tentang
penyingkapan Tuhan kepada Nabi kami.
Gereja Assyria COE yang mulai berdiri di abad 1 terus melestarikan pengajaran bahwa Neraka
ini tidaklah kekal, tidak ada penghukuman kekal di sana. Mar Solomon of Akhlat, Uskup
mereka menulis dalam bahasa Syria Sefer Dvor (Kitab Lebah), di dalamnya tercatat
demikian23:
So also the blessed Diodorus, who says in the 'Book of the Dispensation' 'A lasting
reward, which is worthy of the justice of the Giver, is laid up for the good, in return for
their labours; and torment for sinners, but not everlasting, that the immortality which
is prepared for them may not be worthless. They must however be tormented for a short
time, as they deserve, in proportion to the measure of their iniquity and wickedness,
according to the amount of the wickedness of their deeds.
But even thus He does not punish the whole time according to (the length of) the time
of folly, seeing that He requites them far less than they deserve, just as He does the
good beyond the measure and period (of their deserts); for the reward is everlasting.
But if punishment is to be weighed out according to sin, not even so would punishment
be endless. For as regards that which is said in the Gospel, 'These shall go away into
everlasting punishment, but the righteous into life eternal;' this word 'eternal' (le-
`âlam) is not definite…
Terjemahan: Demikian juga Diodorus yang diberkati, yang mengatakan dalam 'Kitab
Dispensasi' 'Hadiah abadi, yang layak mendapat keadilan dari Pemberi, disiapkan demi
kebaikan, sebagai imbalan atas kerja keras mereka; Dan siksaan bagi orang-orang
berdosa, namun tidak kekal, bahwa keabadian yang dipersiapkan untuk mereka
mungkin tidak berharga. Namun mereka harus disiksa untuk waktu yang singkat,
sebagaimana layaknya, sesuai dengan ukuran kejahatan dan kejahatan mereka, sesuai
dengan kejahatan yang mereka lakukan….
Namun demikian Dia tidak menghukum sepanjang waktu menurut (lamanya)
mereka yang bodoh, mengingat bahwa Dia memberi mereka balasan jauh lebih sedikit
dari pada yang seharusnya, sama seperti Dia melakukan yang baik di luar batas dan
periode (dari padang pasir mereka); sebab pahala itu kekal. Tetapi jika hukuman
ditimbang sesuai dengan dosa, hukuman itu tidak akan berakhir sama sekali. sebab
mengenai apa yang dikatakan dalam Injil, 'Ini akan menjadi hukuman yang kekal, tetapi
orang benar menjadi hidup yang kekal;' Kata 'abadi' (le-`âlam) ini tidaklah pasti ...
COE yaitu jemaat dengan budaya semitik Aramaik seperti umat Yahudi di abad 1. Dari jemaat
yang berkembang di Mesopotamia inilah kemudian GNI kami mendapatkan berbagai
pengajaran.
Lalu mengapa sekarang ini malah lebih banyak gereja mengajarkan bahwa penghukuman
neraka itu kekal seperti di dalam ajaran Zoroaster? Inilah bias ajaran yang bisa terjadi akibat
kesalahan penafsiran atau mungki











